Iqbal Hasanuddin

Yesus Bagi Orang Non-Religius

Posted by iqbalhasanuddin pada Desember 12, 2008

Yesus Bagi Orang Non-Religius adalah salah satu buku dari sekian banyak buku buah karya John Shelby Spong yang menempatkannya sebagai pribadi yang berada dalam posisi yang sangat kontroversial, terutama di kalangan Kristen. Kajian-kajian kristis Spong tentang fenomena Yesus di dalam buku ini betul-betul sangat luar biasa, serta memberikan perspektif baru dalam melihat persoalan-persoalan mendasar dalam pemikiran Kekeristenan bagi manusia yang hidup di zaman pasca-modern ini. Perspektif baru ini terutama didasarkan pada upaya untuk melakukan demitologisasi atas berbagai kisah yang dikaitkan dengan Yesus dari Nazaret yang tertuang di dalam teks-teks Perjanjian Baru.

Spong berusaha mempertanyakan kembali secara kritis apa yang sudah dianggap benar  secara taken for granted di dalam sistem iman Kristen. Misalnya, bagaimana kita seharusnya menyikapi kisah-kisah di seputar kelahiran, kehidupan dan kematian Yesus yang telah menjadi dasar Kekristenan? Apakah betul Yesus dilahirkan dari seorang perawan Maria? Apakah betul Yesus bisa atau pernah melakukan berbagai mukjizat seperti menyembuhkan orang buta, memberikan pendengaran kepada orang tuli, menyembuhkan orang lumpuh, serta membangkitkan orang mati? Apakah memang pernah ada peristiwa Perjamuan Terakhir yang tidak alamiah, pada kesempatan mana roti dimaknai sebagai tubuhnya yang dipecah-pecah dan anggur sebagai darahnya yang ditumpahkan, yang dirancang untuk menyimbolisasi nubuat terakhirnya mengenai kematiannya? Apakah betul setelah proses penyaliban yang mengakibatkan kematiannya, Yesus lantas bangkit kembali dari kubur tiga hari kemudian? Apakah betul Yesus sebenarnya tidak mengalami kematian, melainkan naik ke surga yang berada di balik langit? Lantas, bagaimana kita seharusnya memahami konsep keilahian Yesus, serta perannya di dalam sejarah kemanusiaan?

Menurut Spong, sistem keimanan Kristen tradisional telah berabad-abad lamanya meyakini secara harfiyah kebenaran berbagai kisah mtologis yang dilekatkan kepada sosok Yesus tersebut. Bahkan, berbagai upaya untuk kritik ilmiah atas kisah-kisah tersebut akan terancam mendapatkan status heretik atau anti-Kristus, serta berpotensi untuk diekskomunikasikan oleh lembaga resmi Kristen. Kekristenan tradisional sama sekali tidak peduli dengan munculnya paradigma baru yang dihasilkan oleh temuan-temuan ilmu pengetahuan modern yang telah menjadikan sistem iman Kristen sebagai tidak masuk akal. Dalam konteks inilah, Spong memberikan tanggapannya: “Kekristenan harus berubah, atau akan mengalami kematian?

Bagi Spong, kesalahan menadasar dalam sistem keimanan Kristen justeru terletak pada pemahaman harfiyah atas teks-teks Perjanjian Baru ihwal kisah dan peranan Yesus dalam sejarah. Pemahaman harfiyah ini muncul karena Kekristenan telah melupakan asal-usul keYahudian Yesus dari Nazaret serta telah kehilangan wawasan tentang pandangan-pandangan mitologis bangsa Israel yang menjadi basis bagi penulisan teks-teks Perjanjian Baru. Padahal, menurut Spong, teks-teks Perjanjian Baru tidak lain adalah tulisan yang merefleksikan pengalaman komunitas Kristen awal, baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama, yang mereka percayai berasal dari Allah, sebuah pengalaman yang mereka temukan di dalam kehidupan insani Yesus dari Nazaret. Adalah fakta bahwa komunitas Kristen awal ini merupakan bagian dari komunitas Yahudi  yang kemudian menyebabkan pengalaman akan Yesus lantas dipahami dan dibahasakan di dalam kerangka mitologis bangsa Israel.

Di dalam buku Yesus Bagi Orang Non-Religius, John Shelby Spong mengajak komunitas Kristen masa kini untuk jujur dan berani menelaah kembali secara kritis selubung mitologis di balik kisah-kisah Yeus di dalam Perjanjian Baru. Dengan kejujuran dan keberanian ini, lanjut Spong, umat Kristiani di era pasca-modern ini akan dapat menemukan jalan untuk menemukan sosok Yesus dari Nazaret yang betul-betul manusiawi. Namun demikian, justeru karena memahami Yesus dari Nazaret dalam sosoknya sebagai manusia yang sepenuhnya, pemahaman kita tentang Allah akan terlahir kembali secara baru dan penuh inspirasi bagi kemanusiaan, melampaui batas-batas keagamaan.

Apa yang dipaparkan oleh Spong di dalam buku tersebut tidak saja bermanfaat bagi kalangan Kristen, tapi juga memberikan jalan bagi terjadinya dialog tentang fenomena Yesus dari Nazaret di antara tiga agama Semitik: Yahudi, Kristen dan Islam. Sebab, selain sebagai Tuhan bagi kalangan Kristen, Yesus juga merupakan salah satu nabi di antara nabi-nabi yang diakui oleh kalangan Yahudi dan Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: